Sejak zaman dahulu, sekitar 2000 tahun sebelum masehi, usaha budidaya laut telah dilakukan oleh bangsa Jepang, yaitu ketika mulai membudidayakan tiram laut (oyster). Setelah itu pengembangan budidaya laut dilanjutkan oleh bangsa cina, yaitu sekitar 475 sebelum masehi dan budidaya tiram laut di Junani sejak 100 tahun sebelum Masehi (Milne, 1972).
Sedangkan di Indonesia, budidaya laut mulai diikembangkan dengan ditandainya keberhasilan perusahaan Jepang dalam membudidayakan tiram mutiara pada tahun 1928 di Buton - Sulawesi Tenggara.
2. MENGAPA DILAKUKAN BUDIDAYA LAUT????
Saat ini Indonesia berada di peringkat ke enam sebagai negara penghasil perikanan terbesar di dunia. Namun demikian sekitar 77 % hasil tersebut bersal dari perikanan tangkap. Hal ini dapat dimengerti karena perburuan ikan di laut (perairan umum) lebih dulu dilakukan masyarakat dibanding budidaya ikan. Penangkapan ikan di laut yang pada hakekatnya merupakan panen organisme dari perairan umum pada awalnya dilakukan dengan alat-alat yang sederhana dan kemudian menggunakan alat yang sangat modern. Karena tingginya produksi perikanan tangkap di Indonesia, membuat banyak komoditi perikanan terancam jumlahnya karena over fishing. Saat ini budidaya laut di Indonesia mulai berkembang karena kesadaran masyarakat pada lingkungan mulai meningkat.
Ada beberapa keuntungan dari budidaya laut di bandingkan perikanan tangkap antara lain :
* Membantu peningkatan pendapatan nelayan
* Dapat menciptakan usaha dan lapangan kerja yang baru
* Menghasilkan komoditi ekspor dalam rangka meningkatkan devisa negara.
* Dapat menghasilkan bahan bagi industri : makanan, tekstil, obat-obatan dan kosmetika.
* Menghasilkan bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani bagi kebutuhan gizi keluarga
Selain itu ada beberapa keuntungan lain dari budidaya laut yaitu :
* Dapat meningkatkan produksi organisme laut
* Dapat menjaga kelestarian organisme laut
Keuntungan - keuntungan dari budidaya laut dapat diperoleh bila kita mengikuti proses dan jalan yang benar. Kebiasaan atau sifat dasar masyarakat Indonesia yang ingin serba instan membuat perkembangan usaha budidaya laut sedikit terhambat.
3. PENGERTIAN BUDIDAYA LAUT....!!!
Budidaya laut adalah upaya manusia melalui masukan tenaga kerja dan energi, untuk meningkatkan produksi organisme laut ekonomis penting dengan memanipulasi laju pertumbuhan, mortalitas dan reproduksi. Kegiatan budidaya telah dilakukan manusia sejak dulu yaitu pemeliharaan dalam media air dengan pemberian makanan untuk organisme yang dipelihara (Anonim, 2006).
Prinsip - Prinsip Budidaya Laut
Dalam budidaya laut berusaha untuk memaksimalkan hasil panen dari lingkungan perairan. Stok biomas dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu laju recruitment, laju pertumbuhan, laju kematian alami dan laju kematian akibat penangkapan. Perikanan tangkap berusaha untuk memaksimalkan hasil melaui kenaikan laju kematian, jika terlalu banyak ikan yang tertangkap maka recruitment dan pertumbuhan tidak mampu menggantiakan stok yang rusak. Berbeda dengan budidaya, meningkatnya hasil melalui manipulasi seluruh faktor populasi yaitu pertumbuhan, reproduksi dan recruitment serta mortalitas alami.

gambar 1. Prinsip dasar dalam budidaya laut
4. JENIS - JENIS ORGANISME BUDIDAYA....
lompok penting makhluk hidup yang biasa dibudidayakan dilaut adalah Molusca, Crustacea dan ikan (MILNE, 1972) serta rumput laut. Dalam kehidupan alamiah di perairan laut Sumatera Utara terdapat banyak jenis hewan dan rumput laut dari kelompok-kelompok di atas. Di antara jenis hewan itu telah sejak lama dipungut oleh nelayan secara tradisional. Rumput laut pernah diolah oleh satu perusahaan, tapi telah menghentikan usahanya.
Apa saja jenis – jenis konstruksi dalam budidaya laut ?
● Keramba Jaring Tancap (KJT) Jaring tancap merupakan jaring kantong berbentuk persegi yang dipasang pada kerangka bambu atau kayu yang ditancap pada dasar perairan. Pasangan kayu / bambu ditancap rapat, seperti pagar, atau hanya dipasang di bagian sudut kantong jaring. Biasanya dipasang di kolong bagian bawah rumah nelayan di pinggir pantai atau dipasang di tengah laut pada kedalaman 2-8 meter waktu surut terendah.
● Keramba Jaring Apung (KJA) Keramba jaring apung yaitu berupa jaring yang konstruksinya berada mengapung di atas air laut dengan jaring berada dibawahnya dengan bahan jaring menggunakan bahan polietilen. Bentuk dan ukuran bervariasi dan sangat dipengaruhi oleh jenis ikan yang dibudidayakan, ukuran ikan serta kedalaman perairan.
Ruang lingkup apa saja yang terdapat dalam budidaya laut ?
Ruang lingkup yang terdapat pada budidaya laut yaitu :
● Aspek oseanografi Fisika (Gelombang, arus, pasut)
● Aspek oseanografi Kimia (Suhu, pH, salinitas, mineral anorganik)
● Aspek oseanografi Biologi (sebaran nutrien)
● Aspek sosial – ekonomi (pemberdayaan ke masyarakat pesisir/petani, pengelolaan produksi, management pemasaran)
● Management lingkungan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar